Wahai nabi! Beri tahu istri dan putri Anda dan para wanita dari orang-orang percaya untuk menggambar jubah mereka (Jilbab) di seluruh tubuh mereka (yaitu menyaring diri mereka sepenuhnya kecuali mata atau satu mata untuk melihat jalan). Itu akan lebih baik, bahwa mereka harus dikenal (sebagai wanita terhormat gratis) agar tidak terganggu. Dan Allah selalu Maha Pemaaf, Maha Penyayang. (Surah Al Ahzaab ayat 33:59).

Jilbab telah digunakan untuk waktu yang sangat lama. Mereka telah menjadi pilihan pakaian terbaik bagi wanita di seluruh dunia Arab Muslim sejak munculnya Islam. Sementara Jilbab dianggap sebagai pakaian terkemuka untuk wanita Muslim, ada beberapa kontroversi tentang berbagai gaya dari masa awal Islam. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa tidak ada gambar atau Wanita Muslim Mengenakan Jilbab pakaian yang tersedia sejak zaman Islam awal. Dengan demikian tidak dapat dinyatakan secara meyakinkan apakah Jilbab awal memang sama dengan versi modern. Terlepas dari masalah-masalah terkait deskripsi ini, tidak ada sarjana Islam telah menyatakan sampai saat ini bahwa Jilbab bukan bentuk pakaian yang dinyatakan untuk wanita dalam Alquran.

Sebagian besar Muslim modern bersikukuh bahwa Jilbab sama dengan yang dikenakan oleh wanita Muslim pada zaman Nabi (saw). Jika dicermati, ada banyak informasi yang tersedia tentang sejarah Jilbab. Menurut beberapa penelitian, saat ini tanggal Jilbab awalnya kembali ke tahun 1970-an ketika wanita Muslim Mesir mengadopsi mereka sebagai bentuk pakaian. Menurut penelitian ini, para wanita Mesir mengenakan Jilbab ini untuk menunjukkan kepatuhan mereka terhadap sekte Islam tertentu. Dengan demikian mereka dianggap sebagai penemuan modern yang sepenuhnya mematuhi hukum yang secara tegas dinyatakan dalam Al-Quran. Setelah para wanita Mesir, ini perlahan-lahan disaring untuk wanita Indonesia juga. Perlahan dan pasti, jubah ini menjadi bagian dari wanita Muslim.

Semakin kuatnya kekuatan Muslim dan semakin terlibatnya umat beragama di tahun 1970-an dan 1980-an, menyebabkan globalisasi Jilbab ini. Saat ini, terlepas dari latar belakang etnis atau sosial, mereka telah menjadi merek dagang untuk wanita Muslim di seluruh dunia. Wanita yang awalnya hanya mengenakan pakaian tradisional yang longgar dan longgar, telah beralih distributor agen reseller nibras mengenakan Jilbab karena mereka percaya bahwa ini adalah apa yang Allah (SWT) katakan dalam Quran. Para wanita Muslim yang secara khusus tinggal di negara-negara Non-Muslim telah mengadopsi jubah panjang dan longgar yang menyembunyikan kontur tubuh mereka bersama dengan selendang atau selendang yang benar-benar menyembunyikan rambut mereka dari yang lainnya.

Ada banyak referensi ke Quran dan Sunnah tentang kerudung wajib wanita. Namun, karena selalu ada dua sisi argumen, untuk beberapa istilah Jilbab yang dinyatakan dalam Quran tidak selalu berhubungan dengan jubah panjang, longgar mengalir. Bahkan, bagi mereka istilah tersebut digunakan untuk proses berjilbab sebagai gantinya. Mereka tidak percaya bahwa istilah itu hanya merujuk pada jubah saja yang bisa dikonsolidasikan untuk semua jenis pakaian muslim yang layak dan sederhana.